Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 14 Juli 2012

Misteri Danau Purba di Candi Borobudur

Sabtu, 14 Juli 2012
- Reviewer: OKE | ItemReviewed: Misteri Danau Purba di Candi Borobudur | Description: Misteri Danau Purba di Candi Borobudur Rating: 4.5


DuniaQ Duniamu





Dua gelar kini melekat pada Candi Borobudur,
sebagai Warisan Dunia UNESCO dan Guinness World Records sebagai situs arkeologi
candi Budha terbesar di dunia.






Terlepas dari kemegahan dan keindahan
Borobudur, lengkap dengan relief yang penuh kisah dalam agama Budha, sejumlah
misteri masih melingkupi candi ini.





Pada tahun 1814, atas jasa Gubernur Jenderal
Britania Raya, Thomas Stamford Rafffles, candi yang selama berabad-abad
terkubur di bawah gundukan tanah, menjadi serupa bukit penuh semak belukar dan
ditumbuhi pohon, mulai jadi perhatian pemerintah kolonial. Raffles juga lah
yang pertama kali menuliskan nama "Borobudur" dalam bukunya,
History of Java. Tak jelas asal mula nama itu.





Borobudur yang misterius itu diakui oleh
Direktur Utama Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur Prambanan Ratu Boko
(Persero), Purnomo Siswoprasetjo.





Salah satunya, bagaimana cara Borobudur itu
dibangun. Dari mana asal batu-batu besar material candi dan teknologi apa yang
digunakan untuk mengangkat dan menyusunnya dengan presisi dan desain arsitektur
yang mengagumkan.





"Apakah batu itu berasal dari Gunung
Merapi, terus bagaimana membawanya dari Merapi menuju lokasi candi masih
misteri," kata Purnomo kepada VIVAnews, Kamis, 5 Juli 2012.





Tak hanya asal batu, di mana pembuat Borobudur
mengukir dan memahat batu juga masih belum diketahui. Para arkeolog masih
mencari dimana bengkel para seniman. "Mengukir dan memahat batu sedemikian
besar ukurannya dan jumlahnya banyak, belum diketahui di mana tempatnya,"
terang dia.





Letak Borobudur yang tak biasa, berada
di atas bukit, dikelilingi dua pasang gunung kembar -- Sindoro-Sumbing dan Merbabu-Merapi,
sementara candi lain dibangun di tanah datar juga menjadi teka-teki yang belum
terjawab.





Pada tahun 1931, seniman dan pakar arsitektur
Hindu Buddha, W.O.J. Nieuwenkamp, mengajukan teori bahwa Daratan Kedu -- lokasi
Borobudur menurut legenda Jawa, dulunya adalah sebuah danau purba. Borobudur
dibangun melambangkan bunga teratai yang mengapung di atas permukaan danau. Ini
sebuah hipotesa yang menjadi perdebatan hangat di kalangan para ilmuwan saat
itu.





Van Bemmelen dalam bukunya "The Geology
of Indonesia" menyebutkan bahwa piroklastika Merapi pada letusan besar
tahun 1006 telah menutupi danau Borobudur menjadi kering dan sekaligus menutupi
candi ini hingga lenyap dari sejarah.





Fakta geologi juga memberi dukungan pada
pendapat itu. "Di sekitar candi terdapat sumur yang airnya asin. Tapi yang
sumurnya asin tidak di semua daerah, hanya di titik tertentu," tutur
Purnomo soal dugaan Borobudur dibangun di tengah danau purba.





Dia menambahkan, pertanyaan itu juga yang
menarik banyak ilmuwan asing berdatangan, untuk melakukan penelitian.
"Banyak para ahli dari luar negeri seperti dari Jepang yang datang ke
Candi Borobudur khusus untuk meneliti danau purba itu. Mereka biasa
tinggal selama satu minggu hingga dua minggu," kata dia.





Salah satu cara untuk mengungkap misteri
danau purba
itu dengan meneliti sungai-sungai yang berada di sekitar
Borobudur, termasuk Sungai Progo dan Elo. Juga pada masyarakat yang tinggal di
sekitar candi.





"Semua pertanyaan-pertanyaan itu masih
tersimpan semua. Kita menunggu kajian dari arkeolog untuk mengungkap misteri
itu," ucap dia.


0 komentar:

Posting Komentar

 

ID Blogger

Blogger