Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 17 Juli 2012

Tikus Sebenarnya Baik Hati dan Pemurah

Selasa, 17 Juli 2012
- Reviewer: OKE | ItemReviewed: Tikus Sebenarnya Baik Hati dan Pemurah | Description: Tikus Sebenarnya Baik Hati dan Pemurah Rating: 4.5


DuniaQ Duniamu


Tikus identik dengan pengkhianat cinta. Namun sebenarnya, menurut para
peneliti, mereka benar-benar baik dan murah hati. Dalam sebuah penelitian,
ilmuwan Universitas Chicago menempatkan tikus-tikus berpasangan sehingga mereka
harus saling mengenal.





Ketika kemudian satu tikus ditempatkan di tabung transparan dalam
kandang, tikus kedua terlihat tertekan sampai berhasil membebaskan tikus yang
pertama.





Yang mengherankan, tidak hanya membantu teman di kandang yang dalam
kesulitan, mereka juga tanpa pamrih berbagi. Yang juga mengherankan, tikus
betina terlihat lebih peduli daripada jantan.





Selama percobaan, para ilmuwan menemukan bahwa tikus yang berkeliaran
gelisah melihat temannya terperangkap dan menurut para ilmuwan, tikus itu
memperlihatkan bentuk sederhana dari empati.





Binatang yang bebas pergi lebih jauh, belajar bagaimana membuka pintu
tabung, tanpa diajari, dan membebaskan pasangannya.





Hal ini, kata peneliti, merupakan bentuk yang lebih kompleks dari
empati. Banyak tikus mengulangi pola itu, menurut laporan jurnal Science.





“Kami tidak melatih tikus-tikus ini dengan cara apa pun. Tikus ini
belajar karena mereka termotivasi oleh sesuatu secara internal,” kata Inbal
Ben-Ami Bartal.





“Kami tidak mengajarkan mereka bagaimana membuka pintu. Sulit untuk
membuka pintu, tapi mereka terus mencoba dan mencoba dan akhirnya berhasil.”





Dalam penelitian lebih lanjut, tikus memiliki sedikit ketertarikan atau
tidak tertarik melepaskan mainan boneka yang terjebak dalam tabung, tetapi
mereka membebaskan tikus hidup, bahkan ketika tidak diizinkan untuk bermain
dengan tikus itu setelah bebas. Ini, kata para peneliti, menunjukkan bahwa
motivasi tikus pembebas adalah untuk menghilangkan penderitaan hewan-hewan
terperangkap.





Dalam percobaan terakhir, peneliti melihat sikap tikus ketika diberikan
pilihan melakukan penyelamatan atau makan cokelat.





Hewan itu sering lebih memilih untuk menyelesaikan penyelamatan sebelum
menyelipkan dan berbagi cokelat mereka dengan teman mereka.





“Itu sangat menarik. Menunjukkan kepada kita bahwa pada dasarnya
membantu pasangan mereka setara dengan cokelat. Kami terkejut,” kata Peggy
Mason.





Hasil penelitian juga mengisyaratkan tikus betina lebih mungkin untuk
melakukan upaya penyelamatan yang mungkin mencerminkan pentingnya empati dalam
keibuan.





Tim peneliti mengatakan bahwa bertindak dari empati jelas bukanlah
keunikan manusia saja dan menyarankan kita mungkin bisa belajar satu atau dua
hal dari tikus yang rendah hati itu.





Profesor Mason mengatakan, “Ketika kita bertindak tanpa empati, kita
bertindak melawan warisan biologis kita.”





“Jika manusia mau mendengar dan bertindak pada warisan biologis mereka
lebih sering, kita akan lebih baik.”


0 komentar:

Posting Komentar

 

ID Blogger

Blogger