Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 14 Juli 2012

Kisah Seorang Istri Simpanan

Sabtu, 14 Juli 2012
- Reviewer: OKE | ItemReviewed: Kisah Seorang Istri Simpanan | Description: Kisah Seorang Istri Simpanan Rating: 4.5


DuniaQ Duniamu


Aku, seorang wanita yang kata orang berparas
cantik dan berkulit putih. Usiaku kini 26 tahun dengan ijasah diploma bahasa
inggris yang kuperoleh dari sebuah akademi swasta di Bandung.






Setelah menyelesaikan kuliah, aku langsung
mengirim beberapa lamaran namun sayang banyak yang ditolak sampai suatu saat
aku diterima menjadi sekretaris di sebuah perusahaan jasa travel.





Perkenalan pertama dengan sang bos, Beno, pada
saat aku memulai interview pekerjaan. Beno berusia 48 tahun dan sudah mempunyai
istri dengan dua orang anak.





Paras lelaki ini biasa saja dengan badan yang
agak tambun layaknya bos pada umumnya. Kesan pertamaku saat melihat pak Beno
adalah genit karena sering memberi pujian pada fisik yang aku miliki.





Singkat cerita, sudah sekitar satu tahun aku
bekerja di perusahaan jasa travel yang dipimpin pak Beno.





Sebagai sekretaris tentu saja aku mempunyai
tugas yang terkait dengan agenda sang bos.





Sering kali aku diminta untuk menemani Pak
Beno makan siang atau pergi ke luar kota. Sebagai bawahan tentu saja aku tak
kuasa menolak meski kadang agak malas kalau terlalu sering berurusan dengan hal
pribadi.





Sekian lama berhubungan dengan pak Beno, tak sadar
aku semakin dekat dengan sang bos apalagi ia sangat perhatian. Sempat terpikir
apakah aku jatuh cinta dengan pak Beno yang notabene sudah bersuami.





Suatu saat pas aku ulang tahun, Pak Beno
memberi hadiah Blakberry Dakota yang memang sudah lama aku idamkan. Tentu saja
aku bahagia banget diberi BB.





Hunganku dan Pak Beno semakin dekat saja, dan
pada satu saat ia menyatakan ketertarikannya padaku.





Tentu saja aku bingung mau terima atau tidak
karena aku tau ia sudah bersuami. Entah apa yang mempengaruhi keputusanku
karena pernyataan cintanya kuterima.





Sudah sekitar enam bulan aku menjalani
hubungan dengan pak Beno tanpa diketahui sang istri sampai akhirnya ia
mengajakku menikah siri.





Tentu saja aku tidak menolak dengan ajakan ini
karena aku bisa mendapat apapun dari Pak Beno bila sudah menjadi istri
simpanan. Setelah menjalankan pernikahan siri, aku resmi tidak lagi bekerja
sebagai sekretaris alias mengundurkan diri.





Sejujurnya aku tidak terlalu tertarik dengan
Pak Beno namun pertimbangan hidup mewah yang membuatku mau menjadi istri
simpanan.





Dengan menjadi sekretaris, aku hanya bisa
mendapat gaji pas-pasan yang tidak bisa digunakan untuk bersenang-senang
seperti clubbing dan shoping. Nah, Pak Beno bisa memberikan segala materi yang
kubutuhkan.





Pak Beno akhirnya membelikanku sebuah rumah
tempat kami bisa memadu kasih dengan bebas. Namun diam-diam aku telah
berkhianat dengan menjalin cinta dengan seorang pria yang umurnya sebaya
denganku.





Aku sadar kami tidak bisa setiap saat bersama
karena ia hanya bisa menemaniku dari jam 6 sampai jam 9 malam saja. Itupun
tidak setiap hari karena takut ketahuan sang istri.





Seiring berjalannya waktu, hubunganku dengan
kekasih simpanan semakian intens mengingat banyak waktu luang yang kumiliki.





Untuk lebih bebas menjalankan hubungan dengan
kekasih simpanan, kadang aku berbohong minta ijin pulang kampung untuk menengok
orang tua yang tentu saja diijinkan oleh Pak Beno padahal aku dan kekasih
simpanan tinggal di hotel untuk beberapa hari.





Sampai sejauh ini, hubungan backstreet kami
tidak diketahui istri pak Beno begitupun kisah asmara gelapku dengan kekasih
simpanan yang tidak diketahui Pak Beno.





Yang pasti aku tidak tahu kapan semua ini akan
berakhir karena aku bisa mendapat materi berlimpah dari Pak Beno yang tak bisa
kudapatkan hanya dengan menjadi sekretaris.


0 komentar:

Posting Komentar

 

ID Blogger

Blogger