Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 20 Juli 2012

Kisah-Kisah Lucu Tentang Jokowi sang Cagub DKI Jakarta

Jumat, 20 Juli 2012
- Reviewer: OKE | ItemReviewed: Kisah-Kisah Lucu Tentang Jokowi sang Cagub DKI Jakarta | Description: Kisah-Kisah Lucu Tentang Jokowi sang Cagub DKI Jakarta Rating: 4.5


DuniaQ Duniamu





Sebelum menjabat sebagai walikota Solo dan melenggang ke putaran kedua
Pilgub DKI versi quick count, Jokowi (51) bukan siapa-siapa. Ia adalah sosok
apa adanya. Berikut kisah lucu pengusaha mebel sarjana kehutanan UGM yang
mungkin agak aneh dilakukan seorang pejabat.





Hormat Grak!






Pada periode pertama (2005-2010) sebagai walikota Solo, Jokowi dilantik
pada hari Jumat. Sabtu-Minggu libur. Senin pertama, Jokowi jadi inspektur
upacara (irup). Semua proses lancar kecuali urusan hormat-menghormat. Saat
komandan memerintahkan hormat, Jokowi hormat.
Jokowi terus menghormat, lupa bahwa perintah komandan upacara sangat
tergantung seberapa lama irup menghormat. "Kok nggak turun-turun
tangan," pikir Jokowi kala itu.





Beberapa peserta mulai tersenyum. Staf memberi kode agar Jokowi
menurunkan tangan. Jokowi lantas menurunkan tangan dan komandan upacara pun
meneriakkan, "Tegak Grak!" Penghormatan itu terjadi lebih dari satu
menit, di luar batas kepantasan dalam upacara apapun.





Terjaring Razia






Meski mempunyai ajudan, Jokowi kadang enggan memakai protokoler. Suatu
waktu ia bersepeda motor keliling kota. Di tengah jalan terlihat kerumunan
orang. Saat melintas, Jokowi dihentikan polisi. Laiknya pengendara biasa,
Jokowi menghentikan motornya dan mengeluarkan surat-surat kendaraan dan KTP.





Polisi itu kemudian memeriksa. Ia baru tahu kalau pengendara motor
tersebut adalah Jokowi setelah mengecek surat-surat kendaraan dan KTP. Karena
saking banyaknya yang harus diperiksa atau memang tampang Jokowi memang tidak
seperti walikota, Pak Polisi?





Manjat Pagar






Acara Pemkot kadang sampai malam. Pernah saat Jokowi pulang terlalu
larut, pintu gerbang rumah dinas walikota, Loji Gandrung, tertutup rapat.
Penjaga tak membukakan pintu meski dibel beberapa kali. Bukannya jengkel,
Jokowi malah masuk ke rumah dinas dengan cara
meloncat pagar.





Aksi panjat pagar juga dilakukan saat Jokowi datang ke acara live Opera
Van Java di Stadion R Maladi Solo. Jokowi tidak bisa masuk karena masyarakat
berjubel. Ajudan ingin menyingkap kerumunan massa, tapi Jokowi melarang. Sang
walikota pecinta musik metal itu memanjat
pagar yang sepi penonton untuk bisa masuk stadion.





Paranormal?






Ketika menghadiri acara di sebuah kampung, staf menelepon ke Jokowi dan
bilang bahwa di rumah dinas ada beberapa orang. "Cepat, Pak. Mereka
sekarang ada di garasi," kata staf itu. "Katanya ada yang
kesurupan," imbuh sang staf. Jokowi geleng-geleng kepala. "Masak
walikota disuruh ngurusi orang kesurupan," pikirnya.





Jokowi mempercepat acaranya, kemudian pulang. Di rumah dinas, beberapa
orang terlihat was-was. Jokowi was-was juga tapi berusaha tenang. Dia masuk ke
rumah dinas dan mengambil es dari kulkas. Dia meminta ajudan mengompres anak
yang kesurupan dengan es. Karena hasilnya kurang mantap, Jokowi meminta
beberapa orang mengangkat anak itu ke ruang
tamu. Diusapnya wajah anak itu dengan es. Ajaibnya, anak itu langsung
bangun dan mengucap terima kasih.





"Tapi tolong, cerita ini jangan kedengaran banyak orang. Bisa-bisa
rumah dinas saya penuh orang kesurupan," kata Jokowi enteng.





Jadi 'Dukun'






Seorang perempuan membawa anak datang ke kantor Jokowi di Balaikota
Solo. Perempuan itu mengaku ingin bertemu dengan sang walikota. Ketika dikabari
staf, Jokowi pun keluar. "Anak saya sakit, Pak. Panas. Nyebut-nyebut nama
Pak Jokowi. Tolong disembuhkan," kata Jokowi menirukan ucapan sang
perempuan.





23 Tahun menjadi pengusaha mebel dan menjadi walikota, tentu bukan bekal
untuk bisa menyembuhkan 'penyakit' anak tersebut. Tapi Jokowi tak hilang akal.
Dia masuk ke ruangan dan kembali sambil mengusap kepala anak itu. "Sudah, sembuh!"
Besoknya Jokowi meminta ajudan mengecek nasib anak itu dan hebatnya, anak
tersebut sembuh. "Sakti juga saya. Padahal nggak saya apa-apakan,"
kata Jokowi.


0 komentar:

Posting Komentar

 

ID Blogger

Blogger