Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 09 Juli 2012

Cermis : Villa Angker

Senin, 09 Juli 2012
- Reviewer: OKE | ItemReviewed: Cermis : Villa Angker | Description: Cermis : Villa Angker Rating: 4.5


cerita misteri


Haiii I am Dan, ini pertama kali saya menulis cerita misteri dan share.
So if there is something wrong and bad tolong di comment.





Jurnalistik adalah dunia yang sangat menarik untuk saya. Menjadi
jurnalis dan menyampaikan berita ke public adalah salah satu keinginan dalam
hidupku. Aku bergabung dengan Persatuan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) dan
sekarang menjabat sebagai publisher.





Ketika dalam rekruitmen anggota baru, panitia memutuskan untuk outbond
dan juga diklat di villa yang terletak di kota Batu Jawa Timur. Aku mendapatkan
tugas sebagai Co. konsumsi. Hari pertama saat kami datang aku kaget sekali dan
berkata dalam hati "Bener nih kita nginep disini?" karena banyak
lukisan-lukisan manusia yang gak jelas bentuk dan sedang apa.





Setelah makan siang aku dan Benni memutuskan memberi materi pada
peserta, kami berdua mengevaluasi dan memberikan pengajaran tentang teknik
peliputan berita yang baik dan benar. Hari pertama tidak ada tanda-tanda yang
aneh. Hari kedua saat aku membagikan roti pada peserta untuk sarapan salah satu
peserta yang bernama Yessi berkata "Mas ntar malem aku tidurnya dijadi
satu aja deh antara cowok sama cewek soalnya agak ngeri mas di ruangan
cewek". Saat itu aku hanya berpikir ah biasa aja mungkin cuma dia penakut
saja.





Malam telah menjelang, matahari telah berganti dengan bulan, saat itu
aku, Randy dan Benni memutuskan untuk hunting photo dan berangkatlah kami ke
kebun dekat villa. Setelah puas hunting photo kami pun pulang ke villa. Saat
perjalanan ke villa Benni berkata "Dan, kamu gak ngerasa apa-apa?".
"Nggak Ben cuma agak merinding aja pas lewat kuburan tadi".





Tiba-tiba lampu jalan meledak tepat di atas kami. Duaaar kami kaget
sekali dan ada seorang warga yang mendekati kami dan bertanya "Gak papa
mas, mbak?". Randy menjawab "Gak papa kok pak, kami baik-baik
saja". Kemudian bapak itu bertanya lagi "Lho kemana temannya cewek
yang tadi ada di paling belakang, kok gak ada? Gak kena pecahan lampu
kan?". Twuuuing kami bertiga pun bingung dan agak merinding karena dari
tadi kami berangkat bertiga dan gak ngajak teman cewek dan yang ada di paling
belakang adalah aku. Wajah kami langsung pucat karena takut dan kami
cepat-cepat kembali ke villa dan langsung tidur tanpa menbahas masalah tadi.





================





Jam menunjukkan pukul 04.00 AM, saatnya renungan mulai. Mas Fauzi Ketua
panitia memerintahkan peserta dan panitia untuk duduk melingkar dan mulai
mematikan lampu. Pandangan saya hanya terpaku ke depan dan kemudian mulai
menghitung jumlah peserta. Satu, dua, tiga dan upsss jumlah semua bertambah
satu orang, rasa takut mulai menyelimutiku. "Mbak Dewi kok pesertanya
nambah satu?". "Iya dek aku juga ngeliat kok, sapa tuh?". Saat
aku berbicara dan memandangi peserta yang agak aneh, tiba-tiba terdengar suara
kereta api dan terdengar suara lukisan jatuh gubraaakkk!!!. Lalu aku langsung
menyalakan lampu tetapi tak ada satu pun lukisan terjatuh tetapi peserta yang
aneh itu masih ada tetapi tak seorang pun mengenali peserta itu.





Wajah pucat, rambut acak-acakan dan memakai sweater merah. Dia tetap
merunduk dan duduk diam di pojokan. Tiba-tiba dia mengangkat mukanya... Upppsss
kami semua langsung lari ketakutan karena melihat wajah seramnya, dengan wajah
agak ancur, bertaring dan mata merah menyala memandangi kami. Semua lari keluar
vila dan entah kami tak tau arah tujuan kami sampai di pertigaan jalan.





Tiba-tiba ada pohon yang tumbang, dan yang membuat kami lebih takut lagi
ada sesosok mahluk yang dibungkus kain putih dan diikat seperti permen ada di
atas pohon dengan wajah yang tak jelas bentuknya menyeringai kepada kami.
"Whaaa lariii ada pocong". Kami sudah tidak tahu siapa yang ada di
depan atu belakang kami dan kemana arah tujuan kami. Tiba-tiba ada seorang
warga yang menenangkan kami. Setelah menceritakan semua yang terjadi, bapak
Djarum mengantar kami kembali ke villa. Untunglah ada pak Djarum yang datang
membantu, kalau tidak jadi apa kami ini?.





Keesokan harinya pemilik vila menceritakan bahwa dulu juga ada mahasiswa
yang meminjam villa ini meninggal tertimpa lemari, dan semenjak kejadian itu
banyak sekali yang diganggu. Mungkin perempuan yang kami lihat kemarin adalah
perempuan yang diceritakan pemilik vila. Semoga dia gak mengganggu lagi yaaa,
dan semoga gak ngikutin kami.


0 komentar:

Posting Komentar

 

ID Blogger

Blogger