Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 09 Juli 2012

Anak Kecil dan Polisi Tidur [motivasi]

Senin, 09 Juli 2012
- Reviewer: OKE | ItemReviewed: Anak Kecil dan Polisi Tidur [motivasi] | Description: Anak Kecil dan Polisi Tidur [motivasi] Rating: 4.5


DuniaQ Duniamu


Bangun pagi dan pergi ke kantor adalah
kegiatan rutinitas yang cukup membosankan. Namun daripada membuang-buang waktu,
biasanya saya menggunakannya untuk memikirkan banyak hal yang biasanya membuat
saya sampai ke kantor saya tanpa terasa lama.





Ada hal yang unik di pagi ini yang membuat
saya tidak bisa berhenti berpikir. Pagi ini saya melewati jalan yang sudah
biasa saya lewati untuk menuju tempat kerja. Di sana ada seorang anak kecil
sedang belajar sepeda, dan ketika melewati polisi tidur yang ada di depannya…
dia terjatuh.





Dia langsung berusaha secepat mungkin berdiri
lagi tanpa menunjukkan tanda-tanda kesakitan sekalipun terbentuk jalan aspal
yang tajam, lalu segera membenarkan posisi sepeda kecilnya.





"Wow!" saya tidak sadar mengeluarkan
kata itu, lalu meminggirkan sepeda motor, berpura-pura menunggu orang hanya
agar bisa terus memperhatikan anak ini.





Ia mendorong sepedanya melewati polisi tidur
itu lalu berbalik arah untuk kembali menantang polisi tidur yang tadi
'mengalahkannya.' Sang anak mengayuh sepedanya dengan mantap. Kali ini dia
berhasil melewatinya, namun sedikit kurang stabil dan hampir terjatuh sekalipun
masih bisa ditahan oleh kakinya sendiri





Tak lama kemudian seorang kakak perempuan
menghampirinya. Sang anak meminta kakaknya untuk mengajarkan cara terbaik untuk
mengayuh melewati polisi tidur.





Setelah itu, saya melanjutkan perjalanan ke kantor
sembari berpikir. Kata-kata pertama yang melintas di pikiran saya adalah,
"Anak kecil tadi lebih hebat dari kebanyakan orang besar." Saya
sengaja menggunakan kata 'orang besar', seperti yang akan saya jelaskan di
belakang nanti.





Kebanyakan orang besar berusaha menjauhi
rintangan yang ada dengan melalui jalan lain. Sama seperti yang saya lakukan
beberapa hari yang lalu. Saya melewati sebuah jalan yang memiliki beberapa
tanjakan ataupun polisi tidur. Rasanya kurang menyenangkan, ditambah dengan
perut terasa seperti diacak acak dan tangan yang pegal karena harus mengontrol
gas dan rem bergantian setiap detiknya.





Setiap kali lewat di sana, saya berpikir
"Bagaimana caranya untuk melewati jalan ini dan sampai di tujuan saya,
namun saya tidak perlu mengalami perasaan tidak enak yang ad tadi setelah
tanjakan pertama?" Otak saya segera menjawab, "Silahkan menunggu
keajaiban!"





Tapi keajaiban seperti itu tidak akan datang.





Lupakan khayalan dan harapan Anda yang terlalu
mengada-ada. Cara terbaik dan tercepat untuk menghadapi sebuah masalah adalah
maju dan lalui rintangan itu, sama seperti sang anak kecil dengan sepedanya
yang berani menantang kembali rintangan yang sebelumnya berhasil menjatuhkan
dirinya.





Kebanyakan orang besar atau tua tidak mau
mengakui bahwa kegagalan yang ada atau terjadi berasal dari dalam diri sendiri.
Mereka mencari kambing hitam untuk disalahkan. Misalnya ketika terjatuh seperti
anak kecil tadi, mereka akan mengeluh, "Kenapa sih polisi tidur ini harus
ada di sini?", "Kenapa kamu harus lewat di jalan ini sehingga kamu
tertabrak oleh saya?", "Kenapa dia harus sukanya sama orang yang
sifatnya berbeda sama saya, itu salah dia!"





Orang yang seperti itu akan sulit melihat ke
dalam dirinya. Mereka cenderung melihat ke arah luar dan menyalahkan segala
sesuatu.





Mari saya jelaskan dengan menggunakan analogi
lain.





Ada dua orang bernama A dan B yang sudah
sangat tua dan memiliki cucu nakal. Suatu hari cucu si A dan B mengoleskan bau
yang tidak sedap di atas bibir kakek mereka masing-masing.





Kakek A bangun di kamar tidur dan mencium bau
itu. Sehingga dia pergi dari kamar sambil berteriak kamarnya bau. Berlanjut ke
ruang tamu, ruang makan dan seterusnya. Sampai ke jalan raya pun dia masih
mencium bau itu sehingga dia berkata "Seluruh dunia bau!"





Berbeda dengan kakek B. Setelah berkeliling
rumah mencium bau yang sama, dia pergi ke luar rumah. Ketika sampai di jalan
raya masih mencium bau tersebut, ia sadar bahwa bau itu berasal dari dirinya
sendiri.


0 komentar:

Posting Komentar

 

ID Blogger

Blogger