Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 06 Juli 2012

5 Fakta Menarik Tentang 'Partikel Tuhan'

Jumat, 06 Juli 2012
- Reviewer: OKE | ItemReviewed: 5 Fakta Menarik Tentang 'Partikel Tuhan' | Description: 5 Fakta Menarik Tentang 'Partikel Tuhan' Rating: 4.5


DuniaQ Duniamu


Penemuan partikel Higgs, yang dijuluki 'partikel Tuhan', belum lama ini
telah membuka lembaran baru sejarah ilmu pengetahuan manusia. Penemuan ini
dipercaya akan mengungkap banyak hal mengenai asal usul alam semesta dan
berguna bagi perkembangan teknologi di masa depan.





Adalah lembaga penelitian nuklir Eropa Conseil Europeene pour la
Recherche Nucleaire (CERN) yang telah mengumumkan penemuan partikel Tuhan.
Penemuan partikel ini dilakukan melalui eksperimen yang melibatkan alat
penelitian partikel terbesar di dunia, Large Hadron Collider (LHC), sepanjang
27 km. Penemuan ini juga sekaligus membuktikan teori yang pernah digagas oleh
fisikawan Inggris, Peter Ware Higgs, pada 1964. Higgs berhipotesa mengenai
keberadaan suatu partikel yang memberikan massa pada partikel dasar yang
berperan dalam terbentuknya semesta. Oleh karena hipotesa itu partikel Higgs
disebut sebagai partikel Tuhan.





Berikut lima fakta menarik terkait partikel Tuhan:





Pencetus Teori Partikel Tuhan Seorang Atheis





Peter Ware Higgs adalah seorang
fisikawan teoritis Inggris dan profesor emeritus di University  of Edinburgh. Higgs dianugerahi Nobel dalam
bidang Fisika pada 2004 berbagi dengan Brout dan Englert. Higgs juga penerima
Edinburgh Award 2011. Dia adalah orang kelima yang menerima penghargaan
tersebut.





Ia turut hadir dalam seminar dan konferensi ilmiah tentang penemuannya
di laboratorium CERN di Jenewa. Pria yang kini telah berusia 83 tahun itu
sangat senang karena bisa menyaksikan penemuan yang membuktikan teorinya. Meski
demikian, ia tak senang partikel Higgs dijuluki partikel Tuhan. Sebab,
Higgs adalah seorang atheis.





Pada 1964, Higgs mempublikasikan teori pertamanya tentang partikel
Tuhan. Namun karyanya saat itu ditolak oleh jurnal yang diedit oleh editor dari
CERN. Uniknya, CERN adalah lembaga penelitian yang kini membuktikan teorinya.
Setelah melengkapi karyanya dengan tambahan beberapa paragraf, jurnal ilmiahnya
akhirnya dimuat oleh US Journal Physical Review Letter.





CERN





CERN adalah lembaga penelitian yang mengerjakan eksperimen terkait
partikel Tuhan ini. Akronim CERN berasal dari Conseil Europeene pour la
Recherche Nucleaire, sebuah dewan yang didirikan untuk mendiskusikan
pembangunan fasilitas penelitian fisika nuklir di Eropa. CERN berisi
orang-orang jenius dari seluruh dunia yang fokus meneliti subpartikel.
Meski demikian, internet juga disebut ditemukan oleh ilmuwan-ilmuwan CERN.





Dalam upaya menemukan partikel Tuhan, CERN memanfaatkan Large Hadron
Collider (LHC) yang merupakan pemercepat partikel berenergi tinggi yang
terbesar di dunia. Ilmuwan-ilmuwan di CERN menabrakkan proton di terowongan
baja bawah tanah LHC. Tabrakan dua proton ini menghasilkan tabrakan ultra
dahsyat yang mengakibatkan serpihan sub-atom yang terlepas dan masuk ke
laboratorium detector berdinding berbentuk bola 360%.





Mesin Sepanjang 27 Km di Bawah Tanah





Large Hadron Collider adalah alat pemercepat partikel berenergi tinggi
yang terbesar di dunia. LHC berfungsi untuk menabrakkan dua buah pancaran partikel
proton
dengan energi kinetik yang sangat besar. LHC dibuat oleh CERN.
Proyek ini dimulai sejak tahun 1995, dan merupakan proyek terbesar yang pernah
dilakukan oleh manusia, dengan menggunakan peralatan paling rumit di dunia,
serta memakan biaya lebih dari US$ 10 miliar dengan waktu penyelesaian lebih
dari 14 tahun.





Terletak 91 meter di bawah perbatasan Perancis-Swiss dekat Jenewa,
Swiss. Mesin yang berbentuk terowongan sepanjang 27 kilometer ini dibangun oleh
10.000 ilmuwan dan insinyur dari lebih 100 negara serta didukung oleh ratusan
universitas dan laboratorium.





Butuh 48 Tahun untuk Menemukan Partikel Tuhan





Penemuan partikel Tuhan membuka lembar baru dalam sejarah ilmu
pengetahuan umat manusia. Hasil penemuan ini disambut suka cita oleh seluruh
ilmuwan di seluruhn dunia. Sebab memang butuh waktu yang tak singkat untuk
mendeteksi keberadaan partikel Tuhan.





Ternyata, sejak awal dicetuskannya teori mengenai keberadaan partikel
Tuhan
pada 1964, tak serta merta teori itu dapat dibuktikan oleh ilmuwan.
Bahkan jurnal yang ditulis oleh Peter Higgs, pencetus teori partikel Tuhan,
sempat ditolak oleh CERN. Namun setelah melakukan penelitian selama 48 tahun,
akhirnya partikel Tuhan dapat ditemukan.





Stephen Hawking Kalah Taruhan US$ 100





Penemuan partikel Tuhan disambut suka cita oleh seluruh ilmuwan
di dunia. Tak terkecuali fisikawan dan kosmolog, Stepehen Hawking, yang harus
merelakan uang USD 100 karena kalah taruhan.





Sebelumnya Hawking meyakini partikel Tuhan tidak akan pernah ditemukan.
Ia bahkan bertaruh US$ 100 dengan koleganya sesama fisikawan dari Michigan
University, Gordon Kane.





Namun temuan CERN membuktikan bahwa Hawking salah. Kini, bahkan Hawking,
mengakui sang pencetus teori partikel Tuhan, Peter Higgs, layak mendapat hadiah
Nobel.


0 komentar:

Posting Komentar

 

ID Blogger

Blogger