Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 30 Desember 2011

DIDUGA ULAH PETUGAS KA, PEDAGANG ASONGAN BONYOK | NGAWI

Jumat, 30 Desember 2011
- Reviewer: OKE | ItemReviewed: DIDUGA ULAH PETUGAS KA, PEDAGANG ASONGAN BONYOK | NGAWI | Description: DIDUGA ULAH PETUGAS KA, PEDAGANG ASONGAN BONYOK | NGAWI Rating: 4.5


|  NGAWI SINAR NGAWI | portal pemberitaan Ngawi|Berita Kabar Warta info  terbaru seputar tentangPerseteruan antara PT KAI dengan pedagang asongan wilayah Daop VII Madiun berbuntut panjang. Terbukti, Tumiyem, 54 th, warga Dusun Umbulrejo, Desa Walikukun, Kecamatan Widodaren babak belur yang diduga dihajar pihak Petugas Kereta Api pada Jum’at, (23/12) lalu.

Kejiadian bermula sekitar pukul 16.00 WIB. Selain menderita luka lebam disekujur wajahnya, Tumiyem langsung mengalami depresi berat hingga dilarikan dibagian perawatan jiwa RSUD Dr Soeroto Ngawi. Seperti yang diungkapkan Widodo anak kandung dari Tumiyem, pada hari yang nahas tersebut ibunya melakukan kegiatan dagang diatas kereta api seperti biasanya.

Tanpa diduga saat pulang Tumiyem justru langsung masuk kamar sambil menangis tidak karuan. Kontan saja sebagai anak, Widodo merasa kebingungan dengan peristiwa yang baru dialami oleh ibunya.

“Waktu dia pulang (Tumiyem-red) langsung menagis, setelah saya dekati ternyata mengalami luka memar dibagian wajahnya,” kata Widodo. Lantas Widodo menanyakan kepada ibunya penyebab luka memar. Namun, Tumiyem tidak menjawab secara jelas pertanyaan dari Widodo, hanya saja bilang baru saja dipukul oleh petugas diatas kereta api.

“Memang secara persis saya sendiri tidak tahu dimana lokasi pemukulanya, hanya saja ibu saya berjualanya diatas kereta api sepanjang antara stasiun Walikukun sampai Nganjuk itu saja,” tandas Widodo. Karena Tumiyem terus mengalami depresi berat oleh keluarga dan dibantu masyarakat sekitarnya akhirnya dibawa ke ruang teratai RSUD Dr Soeroto Ngawi untuk menjalani perawatan. “Ibu saya ini merupakan tulang punggung ekonomi dari keluarga, karena bapak saya hanya sebagai buruh tani, “ keluh Widodo.

Sementara menurut keterangan dokter spesialis jiwa yang merawat Tumiyem, dr Kardimin, menjelaskan pasien mengalami depresi akut lantaran baru saja menerima kekerasan psikis cukup hebat. “Bahwa Tumiyem mengalami kekerasan psikis, terus soal luka memar tadi itu luka yang disebabkan hantaman benda tumpul,” jelas dr Kardimin, Rabu (28/12).

Peristiwa yang menimpa Tumiyem, membuat pedagang asongan lainya ikut prihatin dan akan membela keadilan atas penderitaan kawanya tersebut. Seperti yang dikatakan Usman, 40 th, seorang pedagang asongan di stasiun Paron mengungkapkan kepada pihak yang diduga menganiaya rekanya harus bertanggung jawab secara penuh. “Kami tetap akan menuntut seadil-adilnya terhadap pelaku penganiayaan ini,” terangnya.

sumber

0 komentar:

Posting Komentar

 

ID Blogger

Blogger